Minggu, 21 Juni 2009

PENGENALAN

Pengenalan dan Pemanfaatan Internet Security (sistem pengamanan di Internet)

June 30th, 2008 by bananaqblogq

Internet merupakan revolusi dalam kehidupan manusia yang semakin menguatkan pendapat bahwa teknologi informasi dapat memasuki berbagai aspek kehidupan manusia. Selanjutnya, Internet dianggap memiliki dua peran: sebagai alat (means) dan sebagai tujuan (ends). Hakikat alat adalah mempermudah pekerjaan, demikian pula dengan Internet. Dalam berbagai hal, Internet mempermudah pekerjaan manusia. Karena kemampuannya dalam mempermudah pekerjaan manusia dan dampaknya bagi perbaikan tata sosial kemasyarakatan maupun perekonomian serta digunakannya penguasaan teknologi informasi sebagai indikator kemajuan suatu bangsa, tak pelak penetrasi Internet menjadi salah satu tujuan pembangunan berbagai negara. Dengan demikian Internet tidak hanya sebagai alat, namun ia juga sebagai dambaan dari banyak manusia di bumi.

Sebagaimana lazimnya suatu alat yang bersifat netral, jika dipergunakan dengan baik Internet dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas. Namun sebaliknya, bila digunakan oleh orang jahat yang berniat merugikan pihak lain, maka jadilah Internet alat kejahatan yang tak kalah hebatnya dari senjata api atau bahkan bom yang mampu menewaskan ribuan orang. Dari sinilah muncul pemikiran untuk mengurangi dampak negatif dari pemanfaatan Internet oleh masyarakat. Berbagai upaya dapat dilakukan, dari yang bersifat teknis seperti penggunaan teknik atau metoda pengamanan (security) sampai yang non teknis seperti sosialisasi penggunaan Internet secara benar dan bertanggung jawab. Namun demikian, semua upaya di atas dianggap belum cukup karena belum sepenuhnya dapat melindungi pengguna Internet dari kejahatan. Oleh karena itu, perlu dibuat ketetapan hukum berupa Undang – Undang di bidang pemanfaatan Internet khususnya maupun teknologi informasi dan telekomunikasi pada umumnya.

Permasalahannya, sebagaimana disebutkan di depan bahwa konvergensi teknologi informasi dan telekomunikasi yang berwujud Internet ini telah memasuki dan merasuki berbagai aspek kehidupan manusia. Ekstremnya, tidak ada bagian dari aktivitas kehidupan manusia yang tidak dapat difasilitasi teknologi informasi dan telekomunikasi. Kegiatan pendidikan, pemerintahan, perbankan, asuransi, transportasi, penegakan hukum, penegakan demokrasi, peneguhan agama, dan masih banyak lagi adalah area yang dapat ditingkatkan kinerjanya menggunakan teknologi informasi dan telekomunikasi. Oleh karena itu dampak yang dihasilkan adanya penyalah gunaan Internet menjadi lebih serius dari yang diperkirakan semula. Jika semula orang mengira bahwa dampak dari penyalah – gunaan Internet terbatas hanya pada aktivitas perdagangan elektronik (e-commerce), yang terjadi adalah adanya ancaman bahaya dan atau kerugian pada hampir semua kegiatan manusia yang menggunakan Internet.

Beberapa contoh kasus yang sudah sering kita dengar antara lain: penggunaan nama domain yang berlanjut pada persidangan pidana dengan tuntutan praktek persaingan tidak sehat, penipuan transaksi jual beli menggunakan kartu kredit milik orang lain yang dilakukan melalui Internet (sering disebut carding), pemalsuan halaman depan situs Internet suatu bank, dan lain – lain. Selain kasus – kasus tersebut, ada kekhawatiran dari sementara kalangan yang selama ini menjalankan e-commerce mengenai tiadanya perlindungan hukum atas suatu transaksi ekonomi yang dilakukan melalui Internet. Demikian pula adanya keresahan dari masyarakat khususnya pengguna Internet mengenai hilang atau berkurangnya nya privasi individu, sehingga dengan mudah orang dapat mengetahui identitas pribadi orang lain yang sebenarnya hanya berhak diketahui oleh pihak lain dengan seijin pihak pemiliknya.

Usaha Mengamankan Internet bagi Dunia Usaha.

Internet sebagai jaringan data public sangat diragukan keamanannya untuk transaksi dagang / bisnis. Bagaimana usaha yang dilakukan untuk menjamin keamanan data yang dikirimkan melalui jaringan public Internet akan dicoba diterangkan pada kesempatan ini. Bentuk tulisan ini akan mendasarkan dirinya untuk menjawab beberapa pertanyaan yang sering muncul. Beberapa cerita tambahan tentang ketahanan sistem security RSA juga akan dicoba dikembangkan & mungkin dapat menjadi masukan sejauh mana ketahanan sistem ini. Informasi tentang security sebetulnya cukup mudah di peroleh di Internet seperti di http://www.netscape.com, http://www.rsa.com atau melalui berbagai search engine di Internet menggunakan keyword yang berkaitan dengan network security.

Mengapa perlu security features?

Security merupakan prasyarat dasar karena pada dasarnya Internet adalah sebuah jaringan yang tidak aman. Jutaan komputer membentuk public network Internet dimana komunikasi dapat di dengarkan di tengah jalan. Pada saat data bergerak dari pengirim ke penerima, pasti melalui beberapa koneksi (router dll) sebelum mencapai tujuan akhirnya. Artinya komputer lain di luar dua komputer yang saling berkomunikasi tersebut sangat mungkin untuk akses data tersebut. Oleh karenanya, security merupakan prasyarat mutlak jika kita ingin data kita selamat melalui jaringan publik tersebut.

Perusahaan atau instansi yang menerapkan sistem keamanan internet

  1. Sistem Keamanan Internet Banking BCA

Untuk menjamin keamanan transaksi Anda, Internet Banking BCA dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis berikut: SSL 128-bit encryption

Seluruh data di Internet Banking BCA dikirimkan melalui Secure Socket Layer (SSL) yang mulai diaktifkan sejak Anda login ke IB BCA. SSL akan mengacak data yang dikirim menjadi kode-kode rahasia dengan menggunakan 128-bit encryption yang artinya terdapat 2 pangkat 128 kombinasi angka kunci tetapi hanya satu kombinasi yang dapat membuka kode-kode tsb.

User ID dan Personal Identification Number (PIN)

Anda harus memasukkan User ID dan PIN IB BCA setiap kali Anda login ke IB BCA.

Firewall

Firewall berfungsi untuk membatasi akses User yang tidak bertanggung jawab.

Otomatis Logout

Anda akan "dipaksa" untuk logout bila tidak melakukan transaksi selama 10 menit.

Notifikasi

Anda akan medapat surat pemberitahuan yang dikirim ke alamat email Anda sebagai konfirmasi atas transaksi finansial yang telah Anda lakukan melalui IB BCA.

KeyBCA

Alat pengaman tambahan yang dapat menghasilkan password yang berubah-ubah sehingga transaksi finansial yang Anda lakukan di KlikBCA lebih aman.

Dampak atau resiko pemanfaatan sistem keamanan internet

Resiko apa saja yang harus di tanggung oleh pengguna Internet?

Pada dasarnya pada saat data dikirim melalui Internet akan terbuka pada tiga (3) macam resiko keamanan, yaitu:

1. Eavesdropping - komputer antara mendengarkan pembicaraan dari dua komputer yang sedang berbicara secara private.

2. Manipulation - komputer antara akan mengganti informasi dalam data yang dikirimkan.

3. Impersonation - sebuah komputer akan berpura-pura menjadi komputer lain (misalnya menjadi komputer tempat melakukan transaksi dagang).

Sebetulnya situasi ini sama persis dengan kondisi kita pada saat melakukan pembelian mail order melalui telepon. Ketiga resiko di atas akan terjadi pada saat melakukan transaksi mail order.

Bagaimana caranya teknologi security mengamankan browser dari resiko ini?

Pada saat ini ada banyak sekali pengembangan perangkat keamanan komputer maupun yang dapat dijalankan di jaringan komputer. Salah satu yang cukup pesat berkembang antara lain adalah Secure Socket Layer (SSL) yang dikembangkan oleh Netscape. SSL pada dasarnya sebuah set aturan yang memberitahukan step yang harus dilalui untuk meningkatkan tingkat keamanan komunikasi. Aturan SSL ini di disain untuk melakukan:

1. Encryption, untuk mengatasi eavesdropping

2. Data integrity, untuk mengatasi manipulation

3. Authentication, untuk mengatasi impersonation

Perlu dipahami bahwa SSL hanya akan memproteksi data kita pada saat transmisi saja. Hal ini yang disebut network security. Protokol SSL sama sekali tidak akan memproteksi data - sebelum maupun sesudah dilakukan komunikasi. Artinya kita harus percaya penuh bahwa penjual / merchant tidak memberikan nomor kartu kredit yang kita miliki ke orang lain.

Sampai sejauh mana security feature yang ada di browser dapat membantu kita bertahan terhadap resiko yang ada?

Internet pada dasarnya adalah jaringan yang tidak aman. Sebetulnya tidak ada teknik security di dunia ini yang berani mengklaim sebagai teknik yang tidak bisa di tembus / paling aman. Untuk itu perlu digiatkan para pengguna Internet untuk menjamin keamanannya untuk melakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Selalu menggunakan versi terakhir dari software yang digunakan. Umumnya vendor software akan mengeluarkan versi terbaru untuk memperbaiki berbagai lubang security / bug yang ada.

2. Sedapat mungkin gunakan versi security tertinggi. Saat ini pengguna Netscape di US & Canada dapat menggunakan software Netscape yang mempunyai 128-bit key yang akan memberikan keamanan jauh lebih tinggi daripada 40-bit key yang saat ini boleh di export keluar US. Regulasi di US sedang diperjuangkan untuk di ubah untuk memungkinkan penggunaan jumlah bit key yang tinggi.

Cara setting system security?

Pada dasarnya sebuah sistem security akan terbagi dalam dua hal besar, yaitu:

1. Cipher suite adalah algoritma kryptografi yang digunakan untuk sebuah komunikasi; umumnya digunakan beberapa algoritma sekaligus. SSL menggunakan sebuah algoritma untuk verifikasi identitas, sebuah untuk enkripsi data yang di transaksikan, dan sebuah algoritma lagi untuk message integrity.

2. Sertifikasi digunakan untuk binding sebuah (client atau server) ke public key. Sebuah sertifikatpada dasarnya sebuah data file dengan beberapa buah informasi di dalamnya. Informasi ini berisi:

· “Nama” yang menjelaskan pemegang sertifikat.

· Public key dari pemegang sertifikat.

· Autoritas sertifikat tersebut, yang akan memberikan informasi seperti, serial number, expiration date, dan sidik jari digital.

Bagaimana caranya kita mengetahui browse yang kita operasikan sedang dalam keadaan aman?

Jika kita menggunakan Netscape maka di URL yang dituju haruslah https:// bukan http:// jadi ada huruf “s” sesudah http. Di samping itu di pojok kiri bawah, gambar kunci tersambung - tidak terpisah seperti pada saat operasi biasa dilakukan.

Apakah sertifikasi diperlukan untuk menggunakan Internet secara aman?

Sertikat diperlukan oleh minimal salah satu unit / komputer yang berkomunikasi menggunakan SSL. Sejak tahun 1996, umumnya sertifikasi dilakukan oleh server, yang akan mengautentikasi identitas & menerima informasi dari pengunjung yang datang ke site mereka dalam lingkungan komunikasi yang terproteksi. Pola ini banyak digunakan oleh berbagai sites yang menjual barang di Internet. Saat ini semakin banyak user individual yang mempunyai personal sertifikasi terutama untuk mengirimkan mail secara aman maupun untuk keperluan autentikasi.

Bagaimana dengan pengiriman informasi yang sifatnya pribadi seperti nomor kartu kredit?

Kita dapat mengirimkan nomor kartu kredit jika pada saat itu security diaktifkan di brwoser (https) maupun di server. Dengan menggunakan jalur komunikasi yang telah diaktifkan security-nya maka akan dikurangi resiko fraud dll pada saat informasi di transmisikan melalui Internet.

Satu hal yang harus kita jaga adalah kita harus percaya penuh pada penerima informasi finansial tersebut. Teknologi security hanya akan mengamankan jalur komunikasi akan tetapi tidak akan mengamanan kita pada orang-orang yang sembrono di balik server sana.

Faktor pendukung sistem keamanan internet

Pertumbuhan teknologi internet memberikan kesempatan untuk diaplikasikan dalam berbagai bidang termasuk pendidikan tinggi, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam makalah ini, kami membahas tentang faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan ketika kita membangun sistem pendukung distance learning menggunakan teknologi internet atau web, dan juga perlu kita pertimbangkan tentang Open Source yang diimplementasikan untuk membuat sistem dengan biaya rendah tanpa menurunkan performansinya dan keandalannya.

1. Pendahuluan Sejalan dengan kemajuan teknologi jaringan dan perkembangan internet, memungkinkan penerapan teknologi ini di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan atau latihan.Di masa datang penerapan teknologi internet di bidang pendidikan dan latihan akan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan, terutama di Indonesia yang wilayahnya tersebar di berbagai daerah yang sangat berjauhan. Sehingga diperlukan solusi yang tepat dan cepat dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan mutu pendidikan sekarang.

2. Aplikasi WebWeb merupakan salah satu tekonologi internet yang telah berkembang sejak lama dan yang paling umum dipakai dalam pelaksanaan pendidikan dan latihan jarak jauh (e-Learning).Secara umum aplikasi di internet terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:Synchronous SystemAplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh pemakai bisa berkomunikasi pada waktu yang sama, contohnya: chatting, Video Conference, dsb.Asynchronous SystemAplikasi yang tidak bergantung pada waktu dimana seluruh pemakai bisa mengakses ke sistem dan melakukan komunikasi antar mereka disesuaikan dengan waktunya masing-masing, contohnya: BBS, e-mail, dsb.

3. Sistem Pendukung PendididikanDengan adanya sistem ini proses pengembangan pengetahuan tidak hanya terjadi di dalam ruangan kelas saja dimana secara terpusat guru memberikan pelajaran secara searah, tetapi dengan bantuan peralatan komputer dan jaringan, para siswa dapat secara aktif dilibatkan dalam proses belajar-mengajar. Mereka bisa terus berkomunikasi sesamanya kapan dan dimana saja dengan cara akses ke sistem yang tersedia secara online.

4. CollaborationCollaboration didefinisikan sebagai kerjasama antar peserta dalam rangka mencapai tujuan bersama

[1]. Collaboration tidak hanya sekedar menempatkan para peserta ke dalam kelompok-kelompok studi, tetapi diatur pula bagaimana mengkoordinasikan mereka supaya bisa bekerjasama dalam studi

[2].Saat ini penelitian di bidang kolaborasi melalui internet dikenal dengan istilah CSCL (Computer Supported Collaborative Learning), dimana pada prinsipnya CSCL berusaha untuk mengoptimalkan pengetahuan yang dimiliki oleh para peserta dalam bentuk kerjasama dalam pemecahan masalah.

5.PenutupanSejalan dengan perkembangan teknologi jaringan khususnya internet, dan pemerataan pemakaian fasilitas internet di Indonesia, maka sudah selayaknya untuk memulai penerapan teknologi ini di bidang pendidikan, yang diharapkan dapat menunjang peningkatkan mutu pendidikan khususnya pendidikan tinggi dan institusi yang relatif telah memiliki fasilitas jaringan komputer.

PENGARUH INTERNET TERHADAP TERBENTUKNYA


Internet mempunyai peranan penting dalam setiap perubahan-perubahan yang terjadi pada

saat ini. Internet dapat menyampaikan dan menerima informasi mengenai kejadian-kejadian menarik diseluruh penjuru dunia. Informasi yang diberikan selalu aup to dite. Internet atau Inter Network adalah bentuk konvergensi dari beberapa teknologi penting terdahulu, seperti computer (dengan berbagai varian manfaat), televise, radio, dan telepon. Jaringan internet berdiri pada tahun1969. Jaringan tersebuat dulunya hanya sebagai domain pribadi dari periset-periset dan ilmuan-ilmuan. Internet begitu memukau dan begitu cepat berkembang dengan varian-varian programnya yang menjadikan bumi ini dalam cengkraman teknologi. Internet telah berkembang menjadi sebuah teknologi yang tidak saja mampu mentransmisikan berbagai informasi, namun juga telah mampu menciptakan dunia baru dalam realiatas kehidupan manusia, yaitu sebuah realitas materialistis yang tercipta dalam dunia maya. Perkembangan lainnya dari internet adalah mesin pencari dan lacak, seperti browsers dan seach engines. Melalui mesin ini informasi atau teks dalam situs manapun dapat dilacak. Ini memiliki fungsi hyperlink multimedia, yang membantu para penggunanya untuk melakukan browsing secara cepat dan sistematis.
Layanan yang diberikan internet mencakup e-mail, Netnews, Telnet, File Transfer protocol (FTP) dan World Wide Web (www).

· Adapun manfaat dari internet secara umum dari internet adalah:

1).Mendaparkan informasi untuk kehidupan pribadi, seperti informasi, kesehatan, rekreasi, hobi, pengembangan pribadi, rohani, dan social.


2).Mendapatkan informasi untuk kehidupan protesional atau perkerjaan, seperti sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, dan berbagai forum komunikasi.

3).Sebagai sarana untuk kerjasama antarpribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak, dan waktu, batas Negara, ras, kelas ekonomi, ediologi, atau factor lain yang menghambat pikiran.


4).Sebagai sarana bisnis, termasuk iklan dan publick secara online, bisnis baru (kolerasi keinternet dan web page), alternative cetak jarak jauh, jenis layanan baru untuk pelanggan, jasa surat elektronik, dan bulletin bulletin boord.


5).Sebagai media komunikasi, termasuk untuk mengikuti perkembangan teknologi, menjembatani lembaga pemerintah, universitas, sekolah, loboratorium dan penelitian.


6).Sebagai penunjang pendidikan jarak jauh.


7).Sebagai sarana hiburan dan hobi.


8).Dapat menekan biaya administrasi pengiriman pesan, fax, gambar, dan biaya cetak (keuntungan tidak langsung).


9).Dapat memperluas wawasan masyarakat.


10).Globalisasi informasi.


11).Sumberdata tersedia


12).Merupakan sarana diskusi global bagi para professional, peneliti, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.


Selain manfaat yang ditimbulkan oleh media internet, internet juga mementuk suatu komunitas yang disebut masyarakat cyber (cybercommunity). Proses social dan interaksi dalam masyarakat maya, ada yang bersifat sementara dan ada yang bersifat menetap dalam waktu yang relative lama atau menetap untuk selama lamanya. Sifat proses social dan interaksi social ini ditentukan oleh kepentingan mereka dalam dunia maya.
Masyarakat maya dibangun melalui interaksi social sesama anggota masyarakat maya. Syarat-syarat interaksi social dalam masyarakat dalam masyarakat nyata harus memiliki social contact dan adanya communication. Komunitas maya memiliki kehidupan kelompok yang rumit. Umumnya kelompok social ini dibangun berdasarkan pada hubungan-hubungan sekunder, sehingga pengkelompokan mereka didasrkan pada kegemaran dan kebutuhan anggota masyarakat terhadap kelompok tertentu. Dalam kelompok tersebut mereka memiliki alamat dan rumah disana dengan situs penyewa atau pemilik e-mail, webside, atau bahkan provider. Pada dasarnya ada dua model keanggotaan kelompok social maya, yaitu kelompok intra dan kelompok inter. Kelompok intra adalah keanggotaan seseorang dalam unit-unit kelompok intra yang berpusat pada server tertentu yang sifatnya menyerupai serumpun anggota dalam suatu intalasi tertentu. Kelompok intrabiasanya disebut dengan internet, dimana secara otonom mengatur diri mereka sendiri, memiliki aturan-aturan yang disepakati sendiri secara interen, memiliki bahasa-bahasa sapaan yang dikenal sendiri dan memiliki kemampuan untuk memproteksi sendiri seluruh kepentingan, kebutuhan, dan aturan-aturan yang mereka kehendaki. Setiap anggota dalam system ini harus patuh kepada aturan-aturan yang ada baik sanksi maupun reward yang ditenyukan oleh system social mereka yang diatur di pusat-pusat server yang ada.
Walaupun secara umum,hubungan internet ini hanya berlaku internal, namun sebenarnaya ini adalah sel-sel hidup dalam system social dunia maya yang lebih luas, yaitu internet.
Masyarakat maya
dibangun atas dasar kesamaan hobi atau interest, adanya interaksi yangteratur, adanya identifikasi atau identitas, focus yang khusus terhadap suatu hal, interaksi atau kesamaan antara isi diskusi dengan komunikasi yang berlangsung, keterbukaan akses untuk informasi dan orentasi komersial, sosializ, Work together (buisnes, community, geographic,issues,) have topical conversations.


Alhasil, internet tak ubahnya sebuah master kiys. Pertama, untuk membuka semua pintu informasi dan data diseluruh penjuru dunia. Kedua, untuk menelanjangi the managed news, berita maupun data yang direkayasauntuk tujuan-tujuan subjektif tertentu. Ketiga untuk meluaskan bandingan,dan yang keempat untuk interaksi.


KOMENTAR

Perkembangan teknologi dewasa ini memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan zaman. Media-media yang berubah seiring dengan kemajuan teknologi memberikan beragam informasi yang dibutuhkan masyarakat. Semua masyarakat membutuhka informasi. Iinformasi diperlukan untuk mempertajam pengetahuan, dan memprediksi sesuatu yang akan terjadi.


Rasa ketidak kepuasan akan sebuah informasi yang diperoleh masyarakat lewat medi cetak maupun elektronik (televise, radio, dan telepon), membuat masyarakat lebih cenderung mengakses informasinya melalui internet. Selain masyarakat diberikan kemudahan dalam mengakses segala informasi, masyarakat juga dimanjakan dengan bermacam fasilitas-fasilitasnya. Kekuatan sebuah media informasi dapat mengubah sebuah zaman. Ketika teknologi informasi berkembang dalam jumlah besar, maka teknologi tersebut mengubah bentuk masyarakat, dari masyarakat yang berasal dari dunia local menjadi masyarakat dunia global, sebuah dunia yang peka terhadap perkembangan informasi dan teknologi yang begitu cepat dan mempengaruhi peradapan manusia.


Perkembangan teknologi informasi juga tidak saja mampu menciptakan masyarakat dunia global, namun secara materi mampu mengembangkan ruang gerak kehidupan baru bagi masyarakat,sehingga tanpa disadari,komunitas manusia telah hidup dalam dua dunia kehidupan, yaitu kehidupan masyarakat nyata dan kehidupan masyarakat maya (cybercommunity).Sehingga saya tertarik mengangkat pengaruh dari teknologi informasi internet terhadap terbentuknya cybercommunity (masyarakat maya).

MANFAAT INTERNET

Menuju Indonesia Berbasis Teknologi Informasi melalui Optimalisasi Pemanfaatan Internet



Jika di banding dengan negara tetangga seperti Malaysia, India, dan Singapura Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Internet maka Indonesia tertinggal jauh ( kecuali dalam beberapa hal, seperti misalnya penguasaan terhadap teknologi Telepon Internet - VoIP ). Tertinggalnya Indonesia dalam penerapan teknologi informasi dan komputer khususnya teknologi berbasis internet di banding negara-negara tetangga merupakan satu hal yang tidak aneh, karena kemampuan manajerial para birokrat Indonesia belum mampu mengendalikan suatu pekerjaan yang sifatnya rutin dan semuanya terlihat pada keadaan dimana hampir disemua lini infrastruktur, Indonesia sangat tertinggal dan dalam keadaan amburadul jika tidak ingin disebut menggenaskan, padahal dunia diberbagai belahan manapun saat ini sedang giat dan berlomba menerapkan teknologi informasi dan internet dalam berbagai bidang kehidupan, baik industri, pendidikan, pemerintahan, sosial kemasyarakatan dan sebagainya. Melalui pengamatan penulis, ketertinggalan bangsa Indonesia dalam penerapan teknologi informasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Tidak adanya komitmen dari pimpinan tertinggi yang selalu membuat "kambing hitam" kacaunya penerapan teknologi informasi khususnya teknologi internet di lingkungan pemerintahan. Dan berdasarkan pengalaman, memang salah satu sumber kegagalan kita untuk ikut dalam gelombang teknologi informasi adalah kebijakan yang tidak konsisten dan terkesan asal-asalan

  2. Kemampuan tingkat manajerial di pimpinan sebagian besar tidak memiliki basis teknologi informasi khususnya teknologi internet, sehingga banyak sekali pekerjaan yang lebih effisien di penerapan teknologi informasi tidak dilirik atau bahkan dihindari penerapannya. Banyak sekali Kepala atau Pimpinan yang gagap teknologi, sehingga tidak dapat mengarahkan bawahannya untuk memanfaatkan teknologi informasi

  3. Kalaupun institusinya ditekan untuk memanfaatkan teknologi informasi, biasanya Kepala atau Pimpinan tidak mengetahui dengan persis apa yang harus mereka lakukan, sehingga ahirnya mencari konsultan yang berbasis vendor tertentu sehingga seluruh proyeknya dikuasai oleh keuntungan semata, bukan menomor satukan pemanfaatannya

  4. Infrastruktur penunjang tidak mendukung operasi yang berbasis teknologi informasi, seperti misalnya listrik yang kurang dan sering mati-nyala, gedung atau ruangan yang tidak memadai dan infrastruktur lainnya

  5. Alasan klise yang memang menjadi kenyataan adalah terlalu luasnya Indonesia, sehingga penerapannya tidak dapat merata, baik karena kekurangan biaya maupun pemikiran yang terlambat karena konsentrasinya tidak dapat jalan sekaligus

  6. Kebanyakan usia produktif dan yang bekerja di perkantoran tidak berbasis teknologi informasi, sehingga semua pekerjaan jalan seperti biasanya dan tidak pernah memikirkan effisiensi atau pemanfaatan teknologi informasi yang konsisten

  7. Dunia teknologi informasi terlalu cepat berubah dan berkembang, sehingga tidak dapat diikuti dengan langkah yang "alon-alon asal kelakon"


Dari ketujuh alasan yang selalu kita dengar dan terjadi, maka dapat ditarik satu kesimpulan bahwa Indonesia akan maju dan tidak kalah dengan negara tetangga jika dalam pemerintahannya menerapkan teknologi informasi dan komputer untuk kegiatan sehari-harinya baik baik dengan pemanfaatan media internet semaksimal mungkin ataupun pemanfaatan teknologi yang berbasis offline.

Pemanfaatan teknologi informasi khususnya teknologi internet ini sangat penting, karena nasib Indonesia di masa depan akan tergantung dari kemampuan masyarakatnya menguasai dan menerapkan teknologi informasi untuk pekerjaannya masing-masing.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengantisipasi hal ini dengan membentuk satu lembaga khusus dibawahnya, yaitu Dewan TIK Nasional (DeTIKnas) yang tugasnya memikirkan cara-cara pemerintah Indonesia untuk menerapkan teknologi infomasi dan komputer khususnya teknologi internet.

Berdasarkan tujuh atau lebih kondisi yang terjadi di masyarakat Indonesia, dilingkungan pemerintahan khususnya, maka dapat disimpulkan empat pokok pemecahan masalah atas ketertinggalan bangsa Indonesia terhadap negara tetangga, yang poin-nya adalah sebagai berikut :

  1. Effisiensi Bandwidth untuk Internet Indonesia
  2. Pengembangan Local Content
  3. Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Indonesia dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi
  4. Kerja Sama Antar Departemen



Dalam posisi Indonesia yang sedang mencari bentuk dalam pengelolaan negara dan sifatnya yang terlalu sensitif terhadap isu politik dan sosial, memang sangat tidak mudah untuk mencari solusi.

Terjadinya tumpang tindih tanggung jawab diantara departemen dan bahkan terkesan saling menyalip kepentingan, yang ahirnya memperlambat penerapan penggunaan teknologi informasi yang memang selalu konsisten dan tidak mudah disisipi oleh "kebijaksanaan".

Komitmen atasan merupakan salah satu kunci keberhasilan penerapan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan, dan saat ini tidak mudah untuk mencari "atasan" yang punya wawasan kedepan dan mau menerobos berbagai kesulitan yang diakibatkan oleh penerapan teknologi informasi.
Infrastruktur yang tidak menunjang, tim teknis yang tidak handal dan masih tergantungnya semua bagian ke satu pekerjaan yang membutuhkan "kebijaksanaan" adalah hal-hal yang menghambat penerapan teknologi informasi di seluruh kantor pemerintahan.


Effisiensi Bandwidth untuk Internet Indonesia

Saat ini penggunaan bandwidth bagi internet di Indonesia sangat tidak effisien, kebanyakan orang Indonesia menggunakan mail server seperti yahoo.com, gmail.com, hotmail.com atau domain lainnya yang berada di Amerika atau di luar negeri. Dengan menggunakan domain yang berada diluar, otomatis kita memerlukan infrastruktur lebih untuk mengakses jaringan internet dari server yang jauh tersebut, dan biaya untuk mengaksesnya lumayan mahal karena selain harus menggunakan satelit, kita juga tergantung kepada operator yang menguasai jaringan serat optik yang melintas laut luas.

Selain harus keluar negeri untuk mengakses data pribadi yang sebetulnya dapat dipasang di dalam kantor sendiri, keadaan pemanfaatan teknologi informasi di Indonesia juga kacau balau, karena semua departemen atau bagian mengakses sendiri-sendiri jaringan internetnya, sehingga ahirnya keadaan per-internet-an di dalam negeri menjadi kacau dan tidak effisien.

Sebetulnya tidak salah kalau setiap departemen atau bagian membangun jaringan akses internet sendiri, hanya saja, seringkali effisiensinya dibawah 50%, sehinga dana dan anggaran yang disediakan tidak terpakai separuhnya, atau bahkan hanya 25% jika diasumsikan sore dan malam hari internet sama sekali tidak terpakai.

Pemakaian bandwidth untuk internet luar negeri ini memang sangat ironis sekali, karena selain menjadi kebutuhan pokok, ahirnya setiap departemen juga sangat tergantung pada operator internet asing untuk mengambil data yang semestinya ada di server di dalam kantor yang bersangkutan.

Ide yang diusulkan untuk menangani masalah ini adalah dengan membangun jaringan internet antar kota yang sudah diluncurkan dalam proyek Palapa Ring, dimana setiap kota diseluruh Indonesia berupaya untuk saling menyambung ke kota terdekat atau Jakarta sebagai pusat pemerintahan, sehingga besarnya jaringan internet ini ahirnya milik pemerintah yang memang diamanahkan untuk menguasai infrastruktur yang ahirnya selain dipakai untuk operasional pemerintahan, juga dapat dimanfaatkan oleh masayarakat sekelilingnya.

Pemborosan anggaran karena pembangunan yang tidak ada ujung pangkalnya dapat dihindari dan pada ahirnya, pemanfaatan bandwidth internet akan lebih dari 80% yang berarti penghematan lebih dari setengah yang sudah kita keluarkan saat ini.


Pengembangan Local Content Internet

Berkaitan dengan effisiensi penggunaan bandwidth internet di pemerintahan yang sudah dipaparkan di bagian atas, pengembangan local content internet atau isi internet Indonesia (I3) juga merupakan satu hal yang harus dipikirkan.

Pemindahan email ke server lokal, pembangunan situs yang disimpan di server lokal dan pengembangan isi internet Indonesia (I3) lainnya merupakan langkah yang harus kita lakukan secara terus menerus dan tidak terputus. Kelemahan selama ini adalah kita tidak memiliki konten internet yang handal yang dapat menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, sehingga email saja harus dipasang di server luar negeri.

Pemerintah sebagai "enabler" merupakan solusi untuk memperkaya isi internet Indonesia (I3) dengan berbagai aplikasi yang berbasis web seperti perpanjangan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Pindah, Kartu-Kartu lainnya yang secara berkala akan diakses oleh masyarakat 24/7 (dua puluh empat jam selama satu minggu penuh).

Penggabungan data antar departemen dan lintas sektoral ke swasta merupakan satu cara yang akan sangat effisien untuk meningkatkan pemakaian teknologi informasi di masyarakat, sehingga seluruh pekerjaan dapat dilakukan di rumah atau di kantor masing-masing, sehingga ahirnya juga akan menghemat penggunaan BBM dan effisiensi nasional.

Langkah awal yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membangun data centre di masing-masing kota propinsi, kotamadya dan kabupaten yang jumlahnya sekitar 461 kota, kemudian mengintegrasikan di pusat data (DRC) yang dikelola oleh Kominfo bekerja sama dengan Ristek untuk pengembangan dan pemiliharaannya.

Dengan dibangunnya internet data centre, diharapkan akan banyak pengembang aplikasi berbasis web yang akan berkreasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas, dan ahirnya kebutuhan masyarakat akan pengolahan data elektronik juga akan meningkat.


Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Indonesia dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi

Pemanfaatan teknologi informasi saat ini masih terkesan asal pakai saja, belum menyentuh pada kebutuhan yang primer, hanya melulu di bidang finansial dan pengelohan database, sementara untuk bidang-bidang lain seperti keamanan (security), effisiensi dan proses kerja masih sangat terbatas pemanfaatannya.

Penelitian tentang pemanfaatan teknologi informasi ini memang masih sangat terbatas, karena kebutuhan masyarakat masih merasakan belum menjadi kebutuhan primer.

Penggunaan perangkat mobile semacam Blackberry baru saja meledak dalam satu tahun terakhir ini, dan memang teruji dapat meningkatkan effisiensi dan unjuk kerja diperkantoran, sementara pemanfaatan teknologi informasi lainnya sedang diuji coba, misalnya mengatur peralatan jarak jauh, pemantauan kamera digital dan social network untuk komunitas tertentu.

Otomatisasi pembayaran di jalan tol, sistem pembayaran otomatis untuk bus way, kereta api, pesawat terbang atau kapal air, transaksi ditempat-tempat pembelajaan dan pembayaran-pembayaran yang menggunakan kartu khusus, semuanya sedang dalam taraf pengembangan, karena kemajuan di bidang ini sebetulnya yang dapat membuktikan kemampuan bangsa Indonesia dalam menerapkan teknologi informasi di kehidupan sehari-hari.

Pembuatan KTP, SIM dan kartu-kartu lainnya secara on-line dan dapat diakses dari rumah merupakan bagian penting dari peningkatan apresiasi masyarakat terhadap teknologi informasi, dan pada ahirnya kemajuan teknologi secara umum akan terbukti.

Untuk kontinuitas apresiasi masyarakat terhadap teknologi informasi, Departemen Pendidikan Nasional harus menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komputer sejak dini sehingga usia produktif dapat betul-betul memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa Indonesia secara menyeluruh.


Kerja Sama Antar Departemen

Kerja sama antar departemen atau bagian di dalam satu perkantoran merupakan pekerjaan besar yang harus dilalui untuk menerapkan penggunaan teknologi informasi secara nasional.

Saat ini, penerapan teknologi informasi dan komputer di lingkungan pemerintah masih tersebar secara acak dan tidak konsisten, apalagi dengan kondisi sistem pemerintahan yang berbasis ke arah vertikal, ketidak perdulian ke bagian lain secara horisontal menyebabkan banyak hambatan dalam penerapan teknologi informasi dan komputer di lingkungan pemerintahan.

Sudah ada beberapa departemen yang menerapkan "satu pintu" untuk pemanfaatan teknologi informasi dan komputer, tetapi antar departemen masih belum dapat terjadi karena anggaran dan kewenangannya berbeda dan tidak dapat dijadikan satu.

Adalah tantangan kita untuk membuat suatu sistem terpadu diantara semua departemen, sehingga satu sama lain dapat punya peran dan memanfaatkan teknologinya secara effisien dan tepat guna. Keterlibatan Kominfo dalam bidang ini memang sangat diharapkan, apalagi pemerintah memang sudah berniat mengejar semua ketinggalan ini dengan membentuk DeTIKnas dan beberapa program-program yang berbasis teknologi informasi dan komputer.


Kesimpulan

Empat pokok pikiran ini jika diterapkan mudah-mudahan dapat meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komputer di Indonesia, dan jelas sekali bahwasanya pemerintah punya peran yang sangat besar dalam peningkatan penggunaan teknologi informasi dan komputer untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Hanya saja, sistem pemerintahan yang sudah jalan puluhan tahun ini semuanya berdasarkan pada repeating job, artinya selalu terjadi pengulangan pekerjaan yang selain tidak effisien juga tidak akurat.

Teknologi Informasi





Internet Merambah Masyarakat Pedesaan


Internet kini bukan lagi monopoli masyarakat di perkotaan, tetapi sudah merambah warga pedesaan. Para petani di banyak desa sudah merasakan manfaat internet untuk memperoleh informasi tambahan mengenai persoalan pertanian, pasar, harga komoditas, dan sebagainya.

Sudah setahun ini Umar Husein, petani teh rosela asal Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, bersama kelompok tani teh binaannya di Kota Pagar Alam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kota Palembang, Sumatera Selatan, belajar menggunakan internet. Bagi mereka, internet ternyata sangat berguna untuk mencari informasi tambahan mengenai sistem pengolahan dan pemasaran teh rosela.

"Berkat internet, kini saya bisa mendapat pengetahuan tentang berbagai hal, seperti cara pengepakan produk teh, penyajian informasi gizi dari teh rosela, sampai bagaimana strategi menjual teh ini kepada konsumen," ujar Umar, Sabtu (20/10).

Internet sangat mendukung usaha Umar karena memungkinkan ia memperoleh informasi apa pun serta berinteraksi dengan calon pembeli, dengan biaya komunikasi yang relatif murah.

Meski mengaku sangat kikuk pada awalnya, Umar mengatakan belajar internet ternyata tidak sesulit seperti yang dibayangkan. "Semua informasi tersedia," ucapnya.

Untuk mendukung usaha dan pengembangan teh rosela di Indonesia, Umar lalu menyebarluaskan manfaat dan cara penggunaan internet kepada para petani teh rosela di OKI, Pagar Alam, dan Palembang.

Ia harus berkeliling tiga kali seminggu ke kelompok-kelompok petani teh rosela. Umar bahkan rela menyediakan satu unit komputer bagi setiap kelompok petani dan menanggung biaya koneksi internet tersebut. Kini Umar dan petani teh rosela binaannya sudah memiliki e-mail pribadi untuk berhubungan dengan calon pembeli. Dengan internet, Umar mengaku biaya komunikasi telepon bisa ditekan.

Internet menyajikan dunia secara tanpa batas. Lewat sarana inilah Gereja St Petrus Kanisius Wilayah Lor Senowo Paroki Sumber yang dikenal dengan nama Gubuk Selo Merapi (GSPi) ikut memperkenalkan diri.

Gereja di lereng Gunung Merapi yang berjarak sekitar 30 km dari Magelang, Jawa Tengah, ini "menyapa dunia" di www.egspi.blogspot.com sejak Juli 2007.

Anton Wijayanto dari Sekretariat Paroki Sumber bersama rekannya, Hariyadi, memasukkan catatan beragam kegiatan yang sudah dilaksanakan berikut agenda kegiatan GSPi selama satu bulan mendatang.

"Setiap kali ada kegiatan baru sebisa mungkin kami segera melakukan up-dating dalam blog," ujar pria lulusan D-3 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro, Semarang, ini. Mereka menggunakan fasilitas yang disediakan oleh sebuah operator seluler.

Upaya untuk tampil di dunia maya, menurut Anton, merupakan salah satu langkah penting untuk memublikasikan sekaligus mempromosikan GSPi.

Takaran pupuk

Di Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Magelang, pemanfaatan internet dilakukan dengan cara berbeda. Di Telecenter e-Pabelan, lembaga yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat milik Pondok Pesantren Pabelan, pengguna yang mayoritas adalah petani memanfaatkan internet guna mengeruk informasi tentang pertanian. "Soal dosis pupuk yang tepat serta benih padi unggul, semuanya kami ajarkan agar mereka bisa mendapatkan informasinya sendiri melalui internet," ujar Hardi, fasilitator Telecenter e-Pabelan.

Semula program pengenalan internet ini mendapat dukungan dana hibah dari Program Pembangunan PBB (UNDP). Namun, sejak tahun 2006 hingga sekarang program ini menggunakan dana mandiri, hasil dari uang penyewaan fasilitas internet.

Telecenter e-Pabelan mengenakan biaya akses Rp 2.000 per jam untuk kelompok petani dan sewa penggunaan komputer untuk keperluan lain Rp 1.000 per jam.

Hardi mengakui, pada awal pendampingan pengenalan internet di masyarakat pedesaan memang sangat sulit. "Jangankan mengenal, untuk memegang keyboard saja tangan mereka gemetaran," katanya.

Kini sudah ada 10 kelompok petani yang aktif menggunakan internet, setiap kelompok beranggotakan 15 hingga 25 orang. "Melalui internet, saya sekarang tahu bagaimana caranya melakukan sistem pertanian organik" tutur Muslimah, seorang petani Desa Pabelan.

Kesadaran petani itu pulalah yang mendorong tumbuhnya warung internet (warnet) di pedesaan. Ezra (18) mengaku tak perlu lagi jauh-jauh ke Kota Yogyakarta untuk dapat mengakses internet. Di Desa Tegal Piyungan, Kecamatan Piyungan, Bantul, DI Yogyakarta, tempat Ezra tinggal, kini sudah ada warnet.

Terkait makin meluasnya internet ke pedesaan, Direktur Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi ITB Armein ZR Langi mengatakan, setidaknya ada empat hal yang harus disiapkan untuk mewujudkan internet masuk desa, yaitu infrastruktur jaringannya, aplikasi, konsep pengelolaannya, dan kesiapan penggunanya.

Sementara itu, pakar internet Onno Purbo berpendapat, yang paling siap menerima sosialisasi penggunaan internet masuk desa adalah anak-anak sekolah. (ONI/EKI/DYA/PRA/WKM/THT)

Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Pembelajaran IPS

Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Pembelajaran IPS

Realitas empirik selama ini di tingkat persekolahan memperlihatkan, dalam proses pembelajaran IPS

guru IPS kurang optimal baik di dalam memanfaatkan maupun memberdayakan sumber pembelajaran, karena
dal

am proses pembelajaran IPS cenderung masih berpusat pada guru (teacher centered), textbook centered, da

n monomedia. Adalah tidak dapat dipersalahkan apabila banyak siswa mengganggap proses pembelajaran

IPS sebagai sesuatu yang membosankan, monoton, kurang menyenangkan, terlalu banyak hafalan, kurang variatif, dan pelbagai keluhan lainnya.


Padahal pendidikan IPS merupakan synthetic science, karena konsep, generalisasi, dan temuan-temuan penelitian ditentukan atau diobservasi setelah fakta terjadi. Informasi faktual tentang kehidupan sosial atau masalah-masalah kontemporer yang terjadi di masyarakat

dapat ditemukan dalam liputan (exposure) media massa, karena media massa diyakini dapat menggambarkan realitas sosial dalam berbagai aspek kehidupan. Meskipun untuk itu, informasi atau pesan (message) yang ditampilkannya¡Xsebagaimana dapat dibaca di surat kabar atau majalah, didengarkan di radio, dilihat di televisi atau internet¡Xtelah melalui suatu saringan (filter) dan seleksi dari pengelola media itu untuk berbagai kepentingannya, misalnya : untuk kepentingan bisnis atau ekonomi, kekuasaan atau politik, pembentukan opini publik, hiburan (entertainment) hingga pendidikan.

Terlepas dari berbagai kepentingan yang melatarbelakangi pemunculan suatu informasi atau pesan yang disajikan oleh media massa, kiranya tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pada masa kini pertemuan orang dengan media massa sudah tidak dapat dielakkan lagi. Tidaklah berlebihan kiranya apabila abad ke-21 disebut sebagai abad komunikasi massa, bahkan dalam pembabakan sejarah umat manusia, McLuhan (1964) menyatakannya sebagai babak neo-tribal (sesudah babak tribal dan babak Gutenberg), yakni masa di mana alat-alat e

lektronis memungkinkan manusia menggunakan beberapa macam alat indera dalam komunikasi. Adapun Alvin Toffler (1981) menamakannya sebagai The Third Wave.

Sementara itu, seiring dengan pesatnya perkembangan media informasi dan komunikasi, baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), akan membawa perubahan bergesernya peranan guru¡Xtermasuk guru IPS¡Xsebagai penyampai pesan/informasi. Ia tidak bisa lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi bagi kegiatan pembelajaran para siswanya. Siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber¡Xterutama dari media massa, apakah dari siaran televisi dan radio (media elektronik), surat kabar dan majalah (media cetak), komputer pribadi, atau bahkan dari internet.

Adalah tidak berlebihan kiranya apabila disebutkan bahwa media massa sangat berpengaruh di dalam pendidikan IPS. Hal ini didasarkan pada berbagai temuan penelitian yang menyiratkan, antara lain, bahwa :

1. Media massa, khususnya televisi, telah begitu memasyarakat;

2. Media massa berpengaruh terhadap proses sosialisasi;

3. Orang-orang lebih mengandalkan informasi yang berasal dari media massa daripada dari orang lain;

4. Para guru IPS perlu memberdayakan media massa sebagai sumber pembelajarannya; dan

5. Para orang tua dan pendidik, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama, dapat meminimalisasikan pengaruh negatif media massa dan mengoptimalkan dampak positifnya. (Adiwikarta, 1988; Nielsen Media, 1989; Dominguez and Rincon, 1992; Prisloo and Criticos, 1994)

Lain daripada itu, massa dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran IPS melalui tiga cara :

1. Media massa dapat memperbaiki bagian content dari kurikulum IPS;

2. Media massa dapat dijadikan alat pembelajaran yang penting bagi IPS; dan

3. Media massa dapat digunakan untuk menolong siswa mempelajari metodologi ilmu-ilmu sosial, khususnya di dalam menentukan dan menginterpretasi fakta-fakta sosial (Clark, 1965 : 46-54).

Tulisan ini mencoba memberikan salah satu solusi alternatif untuk mengatasi problematika sebagaimana dipaparkan di awal tulisan, yakni dengan memanfaatkan salah satu media massa kontemporer¡Xinternet sebagai sumber pembelajaran IPS.

Internet, singkatan dari ¡§internatonal network¡¨, adalah jaringan informasi global, yakni ¡§the largest global network of computers, that enables people throughout the world to connect with each other¡¨. Internet dicetuskan pertama kali ide pembuatannya oleh J.C.R. Licklider dari MIT (Massachusetts Institute Technology) pada bulan Agustus 1962. Di Indonesia, internet mulai meluas sekitar tahun 1995, sejak berdirinya indointernet (Purbo, 2000).

Untuk dapat menggunakan internet diperlukan sebuah komputer (memory minimal 4 mega), harddisk yang cukup, modem (berkecepatan minimal 14.400), sambungan telepon (multifungsi : telepon, faksimile, dan internet), ada program Windows, dan sedikit banyak tahu cara mengoperasikannya. Selanjutnya hubungi provider terdekat. Andaikan semua prasyarat tadi tidak dimiliki, cukup mendatangi warnet (warung internet) terdekat yang banyak terdapat di kota-kota besar¡Xmaka kita dapat mengakses situs-situs apa saja sesuai dengan kebutuhan kita.

Internet disebut juga media massa kontemporer, karena memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah media massa, seperti antara lain : ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim serta melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat oleh khalayaknya.

Pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran IPS mengkondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. ¡§Through independent study, students become doers, as well as thinkers¡¨ (Cobine, 1997). Para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database, dan mendapatkan sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekaman, laporan, data statistik, atau kutipan yang berkaitan dengan IPS (Gordin et. al., 1995). Informasi yang diberikan server-computers itu dapat berasal dari ¡§commercial businesses (.com), goverment services (.gov), nonprofit organizations (.org), educational institutions (.edu), atau artistic and cultural groups (.arts)¡¨

Siswa dapat berperan sebagai seorang peneliti, menjadi seorang analis, tidak hanya konsumen informasi saja. Mereka menganalisis informasi yang relevan dengan pembelajaran IPS dan melakukan pencarian yang sesuai dengan kehidupan nyatanya (real life).

Siswa dan guru tidak perlu hadir secara fisik di kelas (classroom meeting), karena siswa dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran serta ujian dengan cara mengakses jaringan komputer yang telah ditetapkan secara online.

Siswa juga dapat belajar bekerjasama (collaborative) satu sama lain. Mereka dapat saling berkirim e-mail (electronic mail) untuk mendiskusikan bahan ajar IPS. Kemudian, selain mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru IPS, siswa dapat berkomunikasi dengan teman sekelasnya (classmates).

Pemanfaatan internet sebagai sistem e-learning memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :

1. Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas;

2. Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa;

3. Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing;

4. Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar/siswa;

5. Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran;

6. Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik pembelajar/siswa; dan

7. Memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara on-line.

Selain beberapa kelebihan di atas, ada kelemahan yang mungkin timbul dalam sistem e-learning ini, yaitu tingginya kemungkinan gangguan belajar; sebab sistem tersebut mengkondisikan siswa untuk belajar mandiri, sehingga faktor motivasi belajar menjadi lebih signifikan terhadap keberhasilan belajar siswa. Untuk itu diperlukan adanya semacam penasehat (counsellor) yang memantau dan memotivasi belajar siswa agar prestasi belajarnya tidak menurun, dengan cara mengerjakan tugas-tugas belajar sebaik-baiknya dan secara tepat waktu. Di samping itu juga agar siswa tidak mengakses hal-hal yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan pelajaran atau hal-hal yang bersifat negatif (misalnya membuka situs-situs porno, atau membobol rekening bank dan rahasia perusahaan).

Meskipun begitu, pemanfaatan internet (sistem e-learning) sebagai sumber pembelajaran IPS merupakan sebuah keniscayaan, karena beberapa alasan berikut :

1. Mengingat penduduk Indonesia yang sangat besar dan tersebar di berbagai wilayah, serta terbatasnya daya tampung sekolah dan lembaga pendidikan lainnya, sehingga tidak mungkin dapat menampung mereka yang ingin belajar, maka prospek pemanfaatan internet sebagai suatu pendidikan alternatif cukup cerah;

2. Mendukung pencapaian pembelajaran IPS yang multicultural;

3. Mendorong kemampuan bagaimana belajar untuk belajar (learning to learn);

4. Membawa dampak ikutan yang positif, umpamanya meningkatnya kemampuan berbahasa Inggris; dan

5. Secara psikologis, akses terhadap internet juga menumbuhkan rasa percaya diri karena memungkinkan kita untuk tidak lagi terasing dari informasi sampai yang paling mutakhir.

Minggu, 24 Mei 2009

Nama : Martin palupi
Panggilan : upi
Tempat.lhr : Tanjung Bintang
Tanggal.lhr :19 maret 1987
Hobi : Tidur &Shopping
Status : Mahasiswa
Cita-Cita : Saya ingin menjadi Wanita Karier




Minggu, 10 Mei 2009

TQM Teknologi Informasi


TQM DalamT eknologi Informasi

Dalam persaingan global, agar perusahaan/organisasi dapat berkembang dan tentu saja utnuk bertahan hidup, perusahaan harus mampu menghasilkan produk barang
dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harga yang bersaing dan pelayanan yang lebih baik pula dibanding dengan pesaing-pesaingnya. Untuk m
encapai tujuan tersebut, diperlukan perbaikan mutu dalam semua aspek yang berkaitan dengan produk tersebut, yaitu material, tenaga kerja, promosi yang efektif dan layanan yang memuaskan pelanggan, sehingga
mampu memikat konsumen yang akhirnya akan meningkatkan jumlah konsumen
dan menjadi pelanggan yang setia. Kondisi mutu yang seperti inilah yang disebut pengendalian mutu secara meny
eluruh (Total Quality).

Terdapat hubungan yang erat antara kualitas produk (barang/jasa), kepuasan pelanggan dan profit perusahaan, semakin tinggi kualitas suatu produk, makin tinggi pula kepuasan pelanggan dan dengan waktu yang bersamaan akan mendukung harga yang tinggi dengan cost yang rendah. Oleh karena itu si
stem perbaikan kualitas bertujuan untuk menaikkan
laba perusahaan. Sistem TQM merupakan dasar dari manajemen didalam
menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 series(1994) dan ISO 9001(2000) dan juga dasar penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001(1996).
Suatu perusahaan/organisasi yang sedang menerapkan sistem TQM bila ingin mendapat sertifikasi untuk Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau ISO 14001 akan lebih mudah dalam proses sertifikasinya dibandingkan dengan perusahaan yang belum menerapkan sistem TQM, hal ini akan menjadi nilai tambah yang positif karena terjadi penghematan biaya dalam pengelolaa
n administrasi dan manajemennya.
Sudah sangat pasti bahwa Teknologi Informasi tidak dapat berjalan sendiri, haruslah
digabungkan dengan aspek-aspek yang berkaitan. Adapun konsep dasar dari
total quality :

1. Tujuan :
Perbaikan proses sec
ara
terus-menerus. Artinya kualitas selalu diperbaiki dan disesuaikan
dengan perubahan yang menyangkut kebutuhan dan keinginan para pelanggan.

2. prinsip :
Difokuskan pada pelanggan, perbaikan proses dan keterlibatan total.

3. Elemen :
Kepemimpinan, pe
ndidikan dan pelatihan, struktur pendukung, Komunikasi, ganjaran dan pengakuan serta pengukuran.

Tiga prinsip mutu yaitu :

1. Fokus
pada pelanggan
Mutu berd
asarkan pada konsep bahwa setiap orang mempunyai pelanggan dan
bahwa kebutuhan dan harapan pelanggan harus dipenuhi setiap saat kalau
organisasi/perusahaan secara keseluruhan bermaksud memenuhi kebutuhan
pelanggan eksternal (pembeli).

2. Perbaikan proses
Konsep perbaikan terus menerus dibentuk berdasarkan pada premisi suatu seri
(urutan) langkah-langkah kegiatan yang berkaitan dengan menghasilkan
output seperti produk berupa barang dan jasa. Perhatian secara terus menerus bagi setiap langkah dalam proses kerja sangat penting untuk mengurangi keragaman dari output dan memperbaiki keandalan. Tujuan pertama perbaikan secara terus menerus ialah proses yang handal, dalam arti bahwa dapat diproduksi yang diinginkan setiap saat tanpa variasi
yang diminimumkan. Apabila keragaman telah dibuat minimum dan hasilnya belum dapat diterima maka tujuan kedua dari perbaikan proses ialah merancang kembali proses tersebut untuk memproduksi output yang lebih dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, agar pelanggan puas.

3. Keterlibatan total
Pendekatan ini dimulai dengan kepemimpinan manajemen senior yang aktif dan
mencakup usaha yang memanfaatkan bakat semua karyawan dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu keunggulan kompetitif (competitive advantage) di pasar yang dimasuki. Karyawan pada semua tingkatan diberi wewenang/kuasa untuk memperbaiki output melalui kerjasama dalam struktur kerja baru yang luwes (fleksibel) untuk memecahkan persoalan,
memperbaiki proses dan memuaskan pelanggan. Pemasok juga dilibatkan dan dari waktu ke waktu menjadi mitra melalui kerjasama dengan para karyawan yang telah diberi wewenang/kuasa yang dapat menguntungkan organisasi/perusahaan. Pada waktu yang sama keterlibatan pimpinan bekerjasama dengan karyawan yang telah diberi kuasa tersebut.

Elemen pendukung dalam TQM

1. Kepemimpinan
Manajer senior harus mengarahkan upaya pencapaian tujuan dengan memberikan,
menggunakan alat dan bahan yang komunikatif, menggunakan data dan menggali siapa-siapa yang berhasil menerapkan konsep manajemen mutu terpadu. Ketika memutuskan untuk menggunakan TQM sebagai kunci proses manajemen, peranan manajer senior sebagai penasihat, guru dan pimpinan tidak bisa diremehkan.
Pimpinan Senior suatu organisasi harus sepenuhnya menghayati implikasi manajemen di dalam suatu ekonomi internasional di mana manajer yang paling berhasil, paling mampu dan
paling hebat pendidikannya di dunia, harus diperebutkan melalui persaingan yang ketat. Kenyataan hidup yang berat ini akan menyadarkan manajer senior mengakui bahwa mereka harus mengembangkan secara partisipatif, baik misi dan visi mereka maupun proses manajemen, yang dapat mereka pergunakan untuk mencapai keduanya.
Pimpinan bisnis harus mengerti bahwa TQM adalah suatu proses yang terdiri dari tiga
prinsip dan elemen-elemen pendukung yang harus mereka kelola agar mencapai perbaikan mutu yang berkesinambungan sebagai kunci keunggulan bersaing.


2. Pendidikan dan Pelatihan
Mutu didasarkan pada ketrampilan setiap karyawan yang pengertiannya tentang apa yang
dibutuhkan oleh pelanggan ini mencakup mendidik dan melatih semua karyawan, memberikan baik informasi yang mereka butuhkan untuk menjamin perbaikan mutu dan memecahkan persoalan. Pelatihan inti ini memastikan bahwa suatu bahasa dan suatu set alat yang sama akan diperbaiki di seluruh perusahaan. Pelatihan tambahan pada bench marking, statistik dan teknik lainnya juga dipergunakan dalam rangka mencapai kepuasan
pelanggan yang paripurna.


3. Struktur Pendukung
Manajer senior mungkin memerlukan dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap
perlu melaksanakan strategi pencapaian mutu. Dukungan semacam ini mungkin diperoleh dari luar melalui konsultan, akan tetapi lebih baik kalau diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri. Suatu staf pendukung yang kecil dapat membantu tim manajemen senior untuk mengartikan konsep mengenai mutu, membantu melalui "network" dengan manajer mutu di bagian lain dalam organisasi dan membantu sebagai narasumber mengenai
topik-topik yang berhubungan dengan mutu bagi tim manajer senior.


4. Komunikasi
Komunikasi dalam suatu lingkungan mutu mungkin perlu ditempuh dengan cara
berbeda-beda agar dapat berkomunimasi kepada seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan dalam usaha peningkatan mutu. Secara ideal manajer harus bertemu pribadi dengan para karyawan untuk menyampaikan informasi, memberikan pengarahan, dan menjawab pertanyaan dari setiap karyawan.


5. Ganjaran dan Pengakuan
Tim individu yang berhasil menerapkan proses mutu harus diakui dan mungkin
diberi ganjaran, sehingga karyawan lainnya sebagai anggota organisasi akan mengetahui apa yang diharapkan. Gagal mengenali seseorang mencapai sukses dengan menggunakan proses menejemen mutu terpadu akan memberikan kesan bahwa ini bukan arah menuju pekerjaan yang sukses, dan menungkinkan promosi atau sukses individu secara menyeluruh. Jadi pada dasarnya karyawan yang berhasil mencapai mutu tertentu harus diakui dan
diberi ganjaran agar dapat menjadi panutan/contoh bagi karyawan lainnya.


6. Pengukuran
Penggunaan data hasil pengukuran menjadi sangat penting di dalam menetapkan proses
manajemen mutu. Jelaskan, pendapat harus diganti dengan data dan setiap
orang harus diberitahu bahwa yang penting bukan yang dipikirkan akan
tetapi yang diketahuinya berdasarkan data. Di dalam menentukan penggunaan data, kepuasan pelanggan eksternal harus diukur untuk menentukan seberapa jauh pengetahuan pelanggan bahwa kebutuhan mereka benar-benar dipenuhi. Pengumpulan data pelanggan memberikan suatu tujuan dan penilaian kinerja yang realistis serta sangat berguna di
dalam memotivasi setiap orang/karyawan untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya.

Prinsip dari sistem TQM adalah melibatkan semua elemen karyawan mulai dari " Top Management" sampai dengan pelaksana teknis " Button Up Management". Sistem TQM harus dimengerti, dipahami dan diterapkan dengan efisien dam efektif dalam semua aktifitas di lingkungan perusahaan untuk mencapai tujuan, sasaran dan target produktivitas sesuai dengan kebijakan top management, yang dapat membantu perusahaan mewujudkan hasil yang berpotensi dari teknologi informasi.

Beberapa prinsip dalam penerapan TQM adalah sebagai berikut :
1. Pertama adalah merupakan komitmen pucak (Top Management)
2. Pengertian dari "Total" yaitu terpadu yang berarti manajemen yang
diterapkan melibatkan seluruh aparat di lingkungan perusahaan.
3. Merupakan factor penting, artinya apabila terjadi kekurangan atau
kesalahan baik secara sengaja atau tidak sengaja yang sangat berdampak
pada menurunnya efisiensi dan efektivitas produksi, secara seruis hal
ini harus di cermati dan ditangani secara tuntas serta segera dicari titik
permasalahannya dan di lakukan tindakan perbaikan ( Continous Improvement) yang
berkelanjutan, misalnya : meningkatkan kelompok diskusi tingkat supervisor untuk
membahas dan menyelesaikan data-data statistik pada sore hari (statistical activities and
monitoring), pemecahan masalah yang di peroleh (problems solving), pendidikan dan
pelatihan teknis langsung kepada staf yang berkepentingan menangani permasalahan di
lapangan ( training and education).
4. Ditetapkan aturan-aturan kesepakatan yang dijadikan sebagai kebijakan tertulis dan
merupakan alat atau "tool" dalam operasional sistem TQM.


Informasi dalam TQM

Saat ini permasalahan keuangan dan kompetisi global mengharuskan
perusahaan mengevaluasi kembali investasinya dalam teknologi informasi, perbaikan produktivitas yang tidak tercapai akibat dari penggunaan teknologi yang kurang tepat menyebabkan keuntungan yang berkurang (lost profit), konsumen yang tidak puas dan kecemasan posisi persaingan.
Contohnya sederhananya: Ketika kita pergi ke stasiun kereta api Surabaya Gubeng dan ingin
reservasi tiket kereta api, maka harus antri di loket penjualan tiket yang sudah menggunakan komputer. Pada suatu saat sistem ini tidak dapat berfungsi karena kerusakan, sehingga tiket kereta api dijual tanpa menggunakan nomor tempat duduk, dapat dibayangkan apa yang terjadi diatas kereta api saat proses pemberangkatan, timbul kekacauan.
Disebabkan ada yang sudah pesan tempat sebelumnya dan mendapat nomor tempat duduk. Informasi tentang nomor-nomor tempat duduk kereta api ini tidak dapat diakses oleh penjual tiket, sehingga terjadi kekacauan yang tidak diharapkan.

Dilihat dari contoh diatas, adalam era informasi sekarang ini, kepemilikan informasi merupakan hal yang sangat penting dan berharga, namun jika digunakan dengan tidak bijaksana akan menimbulkan masalah. Suatu teknologi tidak dapat berjalan dengan
sendirinya dalam setiap permasalahan, seringkali seorang Staf IT
mengevaluasi proyeknya hanya dari sisi teknologinya dan melalaikan lingkungan proses yang lain seperti pelayanan pada pelanggan, waktu proses dan cost dari seluruh sumber daya.

TQM dapat diterapkan dalam Teknologi Informasi di Indonesia apabila dipenuhi syarat-syarat berikut :
1. Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus menerus melakukan perbaikan
proses pada mutu produk dan layanan, sehingga dapat memuaskan konsumen.
2. Memberikan kepuasan kepada pemilik, supplier, karyawan dan para pemegang
saham.
3. Memiliki wawasan dan pandangan jauh kedepan dalam meningkatkan profit dari
penjualan produk atau layanan.
4. Fokus utama ditujukan pada proses, baru kemudian hasil. 5. Menciptakan
kondisi di mana para karyawan dapat aktif berpartisipasi dalam menciptakan
keunggulan mutu.
6. Menjadikan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan berperan secara aktif
memotivasi karyawan bukan dengan cara otoriter, sehingga di peroleh suasana kondusif
untuk mengembangkan ide-ide baru.
7. Rela memberikan ganjaran, pengakuan bagi yang sukses dan mudah memberikan maaf
bagi yang belum berhasil/berbuat salah.
8. Setiap ada keputusan harus berdasarkan pada data, baru berdasarkan pengalaman /
pendapat.
9. Setiap kegiatan harus selalu terencana, terukur dan terarah dengan jelas, sehingga
pengawasan dapat lebih mudah.
10. Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama dalam upaya
peningkatan mutu dan kinerja perusahaan.


Untuk itu penggunaan IT bagi perusahaan
Indonesia harus disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Berikut ini adalah beberapa penggunaan IT yang dapat diterapkan untuk Perusahaan di Indonesia
.

1. Menggunakan IT untuk meningkatkan jumlah client / customer dengan memperbesar
market melalui Internet. Cara yang paling mudah adalah membuat web site
untuk perusahaan atau bisnis anda. Banyak tempat yang menyediakan
homepage secara gratis.
Selain itu program-program komputer untuk memudahkan membuat website sudah
banyak tersedia. Demikian murahnya dan mudahnya membuat sebuah website sehingga
tidak alasan sebuah perusahaan untuk tidak memiliki website. Memiliki website hampir
dapat disamakan dengan memiliki telepon dan fax dalam bisnis, yaitu menjadi
komponen yang sangat esensial.

2. Menggunakan IT untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan
perusahaan. Dengan menggunakan IT, perusahaan dapat lebih mudah dalam
mencari informasi yang dapat membantu meningkatkan produknya.
Salah satu contoh adalah menggunakan search engine untuk melihat paten
yang sudah atau hampir habis masanya, atau menggunakan email untuk
menghubungi pakar untuk tukar informasi atau konsultasi. Hal ini sangat
bermanfaat bila konsultan tersebut secara fisik berlokasi jauh,
sehingga mahal untuk mendatangkan atau mendatangi konsultan tersebut.
3. Menggunakan IT untuk meningkatkan kinerja perusahaan/organisasi.
Sebagai contoh, LAN , intranet dapat dipasang di perusahaan / organisasi untuk
mempercepat proses pertukaran informasi dalam bentuk email, file sharring,
internet telephony dan lainnya.
Hal ini tidak terbatas pada perusahaan saja. Institusi pemerintah pun juga memerlukan IT.


Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Wedding Bands. Powered by Blogger